Poliwangi Bekali Mahasiswa Baru Teknik Sipil dengan Wawasan BIM, Siapkan Generasi Konstruksi Digital Sejak Dini

Diterbitkan : 09 September 2025 | Kategori : Berita

BANYUWANGI, JAWA TIMUR – 6 September 2025 – Mengambil langkah strategis dalam pembekalan kompetensi angkatan baru, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) telah sukses menyelenggarakan seminar “DUDI Mengajar” pada Senin, 1 September 2025. Bertempat di Gedung Aula Abdullah Azwar Anas yang dipenuhi mahasiswa, acara bertema “Penerapan BIM dalam Proyek Konstruksi Modern” ini menjadi gerbang pertama bagi seluruh mahasiswa semester 1 untuk mengenal masa depan industri yang akan mereka geluti.

Peserta yang terdiri dari mahasiswa program studi D3 Teknik Sipil, Sarjana Terapan (S.Tr) Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan (TRKJJ), Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung (TRKBG), dan Manajemen Konstruksi (MK) ini diperkenalkan pada konsep revolusioner yang mengubah wajah dunia konstruksi global: Building Information Modeling (BIM).

Acara ini secara khusus mengundang arsitek dan praktisi konstruksi digital terkemuka, Ar. Muhammad Hilmi Afifan, S.Ars., untuk membagikan ilmunya. Beliau membuka sesi dengan menjelaskan pergeseran fundamental dari metode gambar 2D tradisional (CAD) ke pemodelan 3D cerdas berbasis BIM.

“Jika dulu kita melihat gambar kerja sebagai lembaran-lembaran terpisah antara arsitek, struktur, dan MEP (Mekanikal, Elektrikal, Plumbing), maka BIM mengintegrasikan semuanya dalam satu model digital yang cerdas dan kaya informasi,” jelas Hilmi. “Ini bukan sekadar visualisasi 3D. Setiap elemen di dalam model BIM—dinding, balok, pipa—memiliki data. Data inilah yang memungkinkan kita melakukan simulasi, deteksi bentrokan (clash detection), estimasi biaya (5D), dan penjadwalan proyek (4D) dengan tingkat akurasi yang belum pernah tercapai sebelumnya.”

Selama presentasi, beliau menampilkan studi kasus proyek-proyek berskala besar di Indonesia yang efisiensinya meningkat drastis berkat penerapan BIM, mulai dari pengurangan biaya akibat pengerjaan ulang (rework) hingga percepatan jadwal konstruksi.

Suasana di Gedung Aula Abdullah Azwar Anas menjadi sangat interaktif selama sesi tanya jawab. Para mahasiswa baru, yang sebagian besar baru pertama kali mendengar istilah BIM secara mendalam, menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi. Pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai tantangan implementasi, perangkat lunak yang digunakan, hingga prospek karier sebagai BIM Modeler atau BIM Specialist membanjiri narasumber.

“Inisiatif Poliwangi ini sangat tepat sasaran,” ujar Ar. Hilmi Afifan di sela-sela acara. “Industri tidak lagi menunggu lulusan untuk belajar di tempat kerja. Mereka mencari talenta yang sudah ‘melek’ digital sejak di bangku kuliah. Membekali para mahasiswa dengan mindset BIM sejak hari pertama adalah investasi terbaik untuk masa depan mereka dan industri konstruksi nasional.”

“Tugas kami di pendidikan vokasi adalah memastikan ada ‘link and match’ yang kuat dengan industri. ‘DUDI Mengajar’ adalah jembatan kami. Dengan menghadirkan langsung para ahli seperti Bapak Hilmi, kami tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan budaya industri dan kesadaran teknologi kepada mahasiswa. Kami ingin lulusan Poliwangi dikenal sebagai talenta yang siap pakai dan adaptif,” ujar Ketua Jurusan Teknik Sipil, Ir. Wahyu Naris Wari, S.T., M.T.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa baru untuk proaktif mencari tahu lebih dalam mengenai teknologi konstruksi digital, serta mempersiapkan mereka untuk mata kuliah terkait yang akan mereka tempuh di semester-semester berikutnya.

JURUSAN TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI

Jalan Raya Jember KM 13 Banyuwangi 68461, Jawa Timur - Indonesia

MAP